.

.

-

-

-

-

.

.

-

-

Cek Pajak
Peta Layanan Samsat
Information Center
Pemenang Gebyar
BERITA SEPUTAR BAPENDA
Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp 203 Miliar di 2026
Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp 203...
MEDAN – Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan dalam empat tahun terakhir sejak menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kinerja positif tersebut mendorong manajemen menargetkan pendapatan sebesar Rp203 miliar pada tahun 2026.Wakil Direktur Keuangan RSU Haji Medan Fakhrial Mirwan Hasibuan mengatakan pendapatan rumah sakit terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, pendapatan tercatat sebesar Rp74 miliar, kemudian naik menjadi Rp93 miliar pada 2023. Tren tersebut berlanjut pada 2024 dengan pendapatan mencapai Rp132 miliar dan meningkat lagi menjadi Rp176 miliar pada 2025.“Artinya pendapatan RS Haji Medan tumbuh cukup baik. Kami menargetkan pada tahun 2026 ini pendapatan bisa mencapai Rp203 miliar,” ujar Fakhrial.Hingga Juni 2026, RSU Haji Medan telah membukukan pendapatan sebesar Rp114 miliar atau sekitar 56 % dari target pendapatan tahun ini.Menurut Fakhrial, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang difokuskan pada belanja investasi, seperti renovasi gedung dan pengembangan sarana rumah sakit. Investasi tersebut dinilai mampu mendorong terciptanya sumber-sumber pendapatan baru.Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan Ridesman Nasution menjelaskan, penerapan pola pengelolaan keuangan BLUD juga membawa perubahan besar terhadap struktur pembiayaan rumah sakit. Ketergantungan terhadap APBD untuk membiayai operasional kini berkurang secara signifikan, sehingga anggaran pemerintah dapat lebih difokuskan pada pengembangan fasilitas dan investasi.“Dengan fleksibilitasnya, APBD murni untuk RS Haji itu jauh berubah. Yang semula harus dibiayai semuanya, sekarang paling sekitar 20 % saja. Dulu, 60 sampai 70 % APBD digunakan untuk mengoperasionalkan RS ini. Sekarang 20 % itu pun dialokasikan untuk belanja investasi,” ujar Ridesman.Penerapan pola pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemandirian operasional RSU Haji Medan. Dengan dukungan investasi yang berkelanjutan dan pertumbuhan pendapatan yang konsisten, rumah sakit optimistis mampu memperkuat kualitas layanan sekaligus mencapai target pendapatan sebesar Rp203 miliar pada 2026.**(H17/DISKOMINFO SUMUT)
15 Jul 2026 Herlan S
Sinergi Pemprov Sumut dan DPRD Perkuat Strategi Kejar Target PAD 2026 di UPTD Pependa Binjai
Sinergi Pemprov Sumut dan DPRD Perkuat Strategi Kejar Target...
BINJAI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut terus memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan reses DPRD Sumut Tahun Sidang II 2025–2026 ke UPTD Pengelolaan Pendapatan Daerah (Pependa)/Samsat Binjai, di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Binjai, Senin (6/7/2026).Kunjungan kerja tersebut bertujuan meninjau serapan anggaran tahun 2025 sekaligus mengevaluasi capaian serta kendala dalam optimalisasi PAD. Dalam kegiatan itu, Anggota DPRD Sumut memberikan sejumlah masukan strategis sebagai upaya mendukung pencapaian target pendapatan daerah tahun 2026.Turut mendampingi tim reses, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumut sekaligus Ketua Tim OPD Pemprov Sumut, Erwin Harahap.Kepala UPTD Pependa Binjai, Arief Indra Siregar, memaparkan bahwa instansinya membawahi wilayah pelayanan yang mencakup 13 kecamatan, terdiri atas lima kecamatan di Kota Binjai dan delapan kecamatan di Kabupaten Langkat, dengan total 142 desa dan kelurahan.Hingga 30 Juni 2026, realisasi penerimaan pajak di Samsat Binjai menunjukkan capaian yang positif. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) telah terealisasi sebesar 34,93% atau Rp22,42 miliar dari target Rp64,20 miliar. Sementara itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai 39,72% atau Rp16 miliar dari target Rp40,20 miliar. Adapun Pajak Air Permukaan (PAP) telah melampaui target tahunan dengan realisasi mencapai 108,5%.“Secara nominal, capaian PKB Juni 2026 ini sebenarnya meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka Rp21,8 miliar. Namun, persentasenya terlihat kecil karena adanya kenaikan target anggaran sebesar Rp4 miliar untuk Samsat Binjai tahun ini,” jelas Arief.Untuk mengejar target triwulan II sebesar 40%, UPTD Pependa Binjai telah menjalankan berbagai inovasi pelayanan. Di antaranya melalui program Samsat Malam yang beroperasi setiap Senin hingga Sabtu pukul 16.30–21.00 WIB dan sejak April telah membukukan penerimaan sebesar Rp474 juta dari 674 kendaraan.Selain itu, terdapat layanan Samsat Minggu dan Samsat Masuk Pekan yang hadir di Lapangan Merdeka Binjai serta sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat. UPTD Pependa Binjai juga menjalankan program Mandiri Tutup Pintu, yakni penagihan langsung terhadap wajib pajak dengan tunggakan indikatif di atas Rp200 juta, yang dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu pelaksanaan kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota.Menanggapi paparan tersebut, Anggota DPRD Sumut memberikan sejumlah catatan strategis untuk semakin mengoptimalkan PAD. Di antaranya, meminta data kendaraan dinas (pelat merah) milik pemerintah daerah yang masih menunggak pajak dibuka secara transparan agar menjadi teladan bagi masyarakat. Dewan juga mendorong pemanfaatan influencer lokal Binjai-Langkat untuk memperluas sosialisasi kepatuhan pajak melalui media sosial.Selain itu, Anggota DPRD Sumut turut menyoroti kendala dalam penetapan Nilai Jual Alat Berat (NJAB), mengingat masih terdapat perusahaan yang enggan menyerahkan kuitansi pembelian. Dewan menilai invoice atau bukti pembelian awal, meskipun barang tersebut merupakan barang bekas, dapat dijadikan dasar hukum kepemilikan. Pendataan juga diminta diperketat, khususnya terhadap pabrik kelapa sawit (PKS) yang umumnya memiliki alat berat cadangan.“Kemudian terkait adanya perusahaan yang memanfaatkan PAP namun belum memiliki izin resmi di PTSP, kami tegaskan perlunya koordinasi lintas sektoral yang kuat. Perusahaan yang memproses perizinan harus tetap dipungut pajaknya agar tidak memanfaatkan kekosongan regulasi untuk menghindari PAD. Selain itu, masalah meteran air yang rusak harus segera diperbaiki agar perhitungan pajak akurat,” ucap Ketua Tim Reses Dapil XII (Binjai-Langkat) dari Fraksi Gerindra, Ajie Karim.Menutup pertemuan tersebut, Tim Reses DPRD Sumut berkomitmen membawa berbagai temuan dan rekomendasi hasil koordinasi ke tingkat kepala daerah dan instansi terkait. Langkah ini diharapkan dapat menyinkronkan data kendaraan, memperkuat koordinasi antarlembaga, serta mempercepat pelayanan perizinan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), sehingga target PAD dapat tercapai secara optimal.**(H14/DISKOMINFO SUMUT)
07 Jul 2026 Ricardo
Pemprov Sumut Gencarkan Sosialisasi Door to Door untuk Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor
Pemprov Sumut Gencarkan Sosialisasi Door to Door untuk Tingk...
MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mengintensifkan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Salah satunya melalui program ‘Sadar Pajak’, yang mengedepankan sosialisasi secara langsung hingga ke tingkat lingkungan dan rumah warga atau ‘Door to Door’.Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis mengatakan, program tersebut bertujuan memberikan edukasi sekaligus mengingatkan masyarakat agar memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan tepat waktu.“Kami saat ini sedang melakukan sosialisasi sadar pajak kendaraan bermotor, dengan sosialisasi ini kita harapkan semakin memberikan imbauan kepada masyarakat untuk dapat membayarkan pajak kendaraannya,” ujar Sutan, Rabu (1/7/2026).Menurutnya, petugas akan menyasar berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari jalanan, tempat umum, pusat keramaian, warung, hingga melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.“Ya nantinya petugas kita akan melakukan sosialisasi di lapangan, bisa di jalanan, tempat-tempat umum, tempat keramaian, warung-warung sampai nanti ke rumah-rumah masyarakat,” ucapnya.Dalam pelaksanaannya, Bapenda Sumut bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) akan bersinergi dengan Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut, Jasa Raharja, serta Bapenda kabupaten dan kota guna memperluas jangkauan sosialisasi.“Agar lebih masif lagi kita kerja sama dengan pihak-pihak terkait dan masyarakat lebih memiliki kesadaran terhadap pajak, semoga ini bisa memberikan dampak yang lebih luas dan memaksimalkan target kita,” tutur Sutan.Ia berharap, melalui pendekatan langsung tersebut masyarakat semakin sadar akan pentingnya membayar PKB sekaligus rutin memeriksa jatuh tempo pembayaran pajak kendaraannya.“Dengan adanya kegiatan ini harapkan kita juga tentu masyarakat menyadari terhadap pajak kendaraannya dan memeriksa apakah pajaknya sudah jatuh tempo, jika sudah jatuh tempo harapan kita agar segera dibayarkan,” katanya.PKB menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang menjadi fokus Pemprov Sumut pada 2026. Selain menjalankan program ‘Sadar Pajak’, Bapenda Sumut sebelumnya juga meluncurkan program ‘Gebyar Pajak’ sebagai upaya meningkatkan penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor.Sebelumnya, Sutan menyampaikan bahwa target penerimaan PKB pada 2026 ditetapkan sebesar Rp1,81 triliun. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,74 triliun, dengan realisasi penerimaan mencapai Rp1,44 triliun pada 2025.**(DISKOMINFO SUMUT)
05 Jul 2026 Herlan S
KEGIATAN TIM OPTIMALISASI PAD
Sinergi Pengawal Pendapatan dan Keselamatan: Kunjungan Strategis Bapenda ke Ditlantas Polda Sumut
Sinergi Pengawal Pendapatan dan Keselamatan: Kunjungan Strat...
Memantapkan kolaborasi antar-mitra inti Samsat, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara, Bapak Sutan Tolang Lubis, S.STP., M.SP., beserta jajaran Kepala Bidang, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara.Kehadiran rombongan disambut hangat dan penuh rasa kekeluargaan oleh Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol (KBP) Firman Darmansyah, S.I.K. Pertemuan ini bukan sekadar agenda birokrasi biasa, melainkan penegas komitmen bersama dalam memberikan pelayanan publik yang prima dan terintegrasi bagi masyarakat.Dalam dialog yang mengalir akrab, KBP Firman Darmansyah menyampaikan dukungan penuh dari pihak kepolisian. "Kami senantiasa siap bekerja sama dan bersinergi mendukung kelancaran setiap program kerja bersama Bapenda Sumut," tegas beliau. Dukungan solid ini menjadi pilar penting dalam mewujudkan ketertiban administrasi kendaraan bermotor sekaligus menjaga keselamatan berlalu lintas di jalan raya.Menyambut baik komitmen tersebut, Bapak Sutan Tolang Lubis menyampaikan apresiasi mendalam. Beliau menuturkan bahwa sinergi yang kuat bersama kepolisian adalah kunci suksesnya berbagai inisiatif daerah, khususnya dalam mengawal program Gebyar Pajak. Melalui kolaborasi yang kokoh ini, edukasi dan kesadaran masyarakat Sumatera Utara untuk taat membayar pajak diharapkan dapat terus meningkat.Tiga pilar utama Samsat terus bergerak seirama. Dari sinergi ini, tata kelola yang tertib, pelayanan publik yang aman, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan siap dihadirkan!#BapendaSumut #DitlantasPoldaSumut #SamsatSumut #GebyarPajakSumut #KolaborasiSumutBerkah
11 May 2026 Afdai
UPTD Pependa : Garda Terdepan Kesuksesan Gebyar Pajak Sumut 2026
UPTD Pependa : Garda Terdepan Kesuksesan Gebyar Pajak Sumut...
MEDAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Gebyar Pajak Sumatera Utara (GPSU) 2026. Dalam upaya menyukseskan perhelatan apresiasi ini, seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pendapatan Daerah (Pependa) se-Sumatera Utara dipersiapkan secara matang untuk menjadi garda terdepan pelayanan.Komitmen tersebut dipertegas dalam rapat koordinasi virtual yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Sumut, Sutan Tolang Lubis, bersama seluruh Kepala UPTD Pependa, Kepala Bidang, beserta jajaran Kasubbag, Kasubbid, dan Kasi. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan internal dan standarisasi pelayanan prima di seluruh titik SAMSAT yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.Kepala Bapenda Sumut, Sutan Tolang Lubis, menekankan bahwa GPSU 2026 bukan sekadar program rutin, melainkan wujud nyata apresiasi tertinggi pemerintah provinsi kepada wajib pajak yang selalu disiplin menunaikan kewajibannya tepat waktu."Pelayanan prima adalah wujud penghormatan kita kepada masyarakat. Saya pastikan seluruh jajaran UPTD Pependa hadir di garda terdepan, melayani wajib pajak dengan sepenuh hati, adil, dan transparan. Jadikan GPSU 2026 ini bukti nyata apresiasi kita kepada para pahlawan pembangunan," ujar Sutan Tolang Lubis dalam arahannya.Penyelenggaraan GPSU tahun ini dirancang dengan mengedepankan kemudahan dan kepraktisan. Bapenda Sumut berkomitmen agar masyarakat dapat berpartisipasi dengan antusias dan tanpa proses yang rumit. Melalui semangat "Bayar Pajak Kendaraan, Bawa Pulang Hadiah", setiap wajib pajak yang taat dipastikan memiliki kesempatan yang sama secara adil dan aman untuk meraih apresiasi.Sebagai ujung tombak di lapangan, seluruh petugas di bawah naungan UPTD Pependa dari ujung utara hingga selatan Sumatera Utara dituntut untuk memastikan layanan berjalan optimal dan tepat sasaran. Soliditas dan kesiapan internal ini diyakini akan menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang berintegritas.Melalui konsolidasi yang kuat ini, Bapenda Sumut optimis pelaksanaan Gebyar Pajak Sumut 2026 akan berjalan sukses. Masyarakat Sumatera Utara diimbau untuk membayarkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tepat pada waktunya dan bersiap menyambut kemeriahan apresiasi pajak tahun ini.
11 May 2026 Afdai
INFORMASI KEGIATAN PEMPROVSU
Wagub Sumut Ajak Prancis Perkuat Kemitraan Strategis di Berbagai Sektor
Wagub Sumut Ajak Prancis Perkuat Kemitraan Strategis di Berb...
MEDAN – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya, mengajak Republik Prancis memperkuat kemitraan strategis dengan Sumut melalui kerja sama di berbagai sektor, mulai dari investasi, pendidikan, riset, energi terbarukan, hingga pertukaran budaya. Menurutnya, kolaborasi yang semakin erat akan mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara.Ajakan tersebut disampaikan Surya saat menghadiri resepsi peringatan Hari Nasional Prancis (Bastille Day) di Medan, Senin (14/7/2026) malam.Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Surya menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah dan masyarakat Prancis yang memperingati Hari Nasional setiap 14 Juli.“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Provinsi Sumatera Utara, saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Pemerintah dan seluruh rakyat Prancis atas peringatan Hari Nasional Prancis,” kata Surya.Pada kesempatan itu, Surya mengapresiasi Alliance Française de Medan yang dinilai berperan sebagai jembatan persahabatan antara Sumut dan Prancis melalui berbagai program bahasa, pendidikan, seni, dan kebudayaan.Menurutnya, Hari Nasional Prancis tidak hanya menjadi momentum mengenang Penyerbuan Bastille, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai universal Liberté, Égalité, Fraternité atau kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan yang relevan bagi seluruh bangsa.“Hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis yang telah terjalin selama lebih dari tujuh puluh tahun merupakan bukti bahwa kerja sama yang dilandasi saling percaya akan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara,” ujarnya.Surya mengatakan hubungan Indonesia dan Prancis dalam beberapa tahun terakhir semakin erat melalui kolaborasi di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, energi, riset, dan pembangunan berkelanjutan. Pemprov Sumut juga menyambut baik berbagai inisiatif kerja sama, termasuk semangat France–Indonesia Innovation 2026 sebagai wadah pengembangan inovasi dan pertukaran gagasan.Ia menilai Sumut memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama mitra internasional. Selain memiliki posisi strategis sebagai gerbang kawasan barat Indonesia, Sumut juga didukung sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia yang produktif, serta destinasi unggulan Danau Toba yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark.Karena itu, menurutnya, peluang kerja sama dengan Prancis masih terbuka luas, terutama pada sektor investasi, pendidikan vokasi, pengembangan infrastruktur, teknologi ramah lingkungan, riset, hingga pertukaran budaya.“Kami yakin Prancis memiliki pengalaman dan keunggulan di berbagai bidang yang dapat menjadi inspirasi sekaligus mitra strategis bagi Sumatera Utara,” katanya.Surya menegaskan Pemprov Sumut melalui semangat Kolaborasi Sumut Berkah berkomitmen membangun kemitraan yang inklusif dan saling menguntungkan dengan berbagai negara, termasuk Republik Prancis.Selain mendorong investasi dan kerja sama ekonomi, ia berharap semakin banyak generasi muda Sumut memperoleh kesempatan belajar, mengikuti program pertukaran, serta membangun jejaring internasional dengan berbagai institusi pendidikan di Prancis.“Pada akhirnya, investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah investasi pada manusia,” ujarnya.Menutup sambutannya, Surya berharap resepsi Hari Nasional Prancis tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga melahirkan gagasan dan kolaborasi yang semakin konkret untuk mempererat hubungan antara Prancis, Indonesia, dan Sumut.Ia optimistis hubungan yang semakin erat akan memberikan manfaat bagi pembangunan, perdamaian, serta kesejahteraan masyarakat kedua negara.**(DISKOMINFO SUMUT)
17 Jul 2026 Ricardo
Bobby Nasution Siapkan Puskesmas Mandrehe Naik Kelas, Layanan Rawat Inap dan Dokter Spesialis Diperkuat
Bobby Nasution Siapkan Puskesmas Mandrehe Naik Kelas, Layana...
NIAS BARAT – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan peningkatan kapasitas Puskesmas Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, agar mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih lengkap bagi masyarakat. Penguatan fasilitas, layanan rawat inap, hingga ketersediaan tenaga kesehatan dilakukan untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap rumah sakit yang berjarak cukup jauh.Saat meninjau Puskesmas Mandrehe, Kamis (16/7/2026), Bobby Nasution meninjau rencana pengembangan sarana dan prasarana, mulai dari penambahan kamar, layanan rawat inap, hingga kebutuhan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan. Puskesmas tersebut menjadi fasilitas kesehatan terdekat bagi masyarakat Kecamatan Mandrehe.“Puskesmas ini lokasinya sangat dekat dengan masyarakat di sini (Mandrehe). Kalau ke RSUD itu bisa sampai 2 jam perjalanan. Jadi kita bangun di sini untuk rawat inap dan juga menambah tempat tidur, sehingga bisa melayani lebih banyak pasien,” ujar Bobby Nasution didampingi Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu.Menurut Bobby Nasution, peningkatan kapasitas Puskesmas Mandrehe menjadi langkah lanjutan setelah pemerintah membangun rumah sakit di Kepulauan Nias. Namun, masyarakat yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten juga membutuhkan fasilitas kesehatan yang mampu memberikan layanan rawat inap.“Untuk dokter spesialisnya juga kita akan siapkan. Saat ini dokter di sini sedang sekolah, dan nanti juga ada yang lain. Menunggu itu, kita sudah buat perjanjian bahwa dokter dari RSUD harus ada rotasi untuk mengisi. Termasuk kerja sama dengan USU dan UGM, di mana dokter residen (dokter umum yang menempuh pendidikan spesialis) mereka intensif ada di sini (Kepulauan Nias), jadi bisa saling rotasi,” kata Bobby Nasution.Ia juga menegaskan, Puskesmas Mandrehe nantinya memiliki kemampuan memberikan berbagai tindakan medis, seperti layanan penyakit dalam, persalinan, kesehatan anak, anestesi, dan layanan lainnya.“Begitu juga untuk pembangunan ini, bukan hanya dari provinsi (Pemprov) saja. Tetapi dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat akan menyediakan alat kesehatan (alkes), seperti pemeriksaan kehamilan 4D dan untuk tindakan lainnya tanpa harus ke RS,” ungkapnya.Sementara itu, Kepala Puskesmas Mandrehe Karsa mengaku terharu dan bangga atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumut terhadap pelayanan kesehatan di wilayahnya. Selama ini, sekitar 23 ribu warga Kecamatan Mandrehe bergantung pada Puskesmas tersebut untuk mendapatkan layanan kesehatan.“Sekitar 20%-30% pasien kita harus dirujuk ke RSUD, dan jaraknya cukup jauh. Dengan peningkatan kapasitas ini nantinya, maka tindakan medis bisa kita lakukan di sini, termasuk jumlah pasien yang bisa kita tampung untuk rawat inap. Maka itu kami sangat senang atas perhatian Pak Gubernur kepada masyarakat di sini,” ujar Karsa.Usai meninjau Puskesmas Mandrehe, Bobby Nasution beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Bupati Nias Barat di Kecamatan Lahomi untuk bersilaturahmi dengan masyarakat. Setelah itu, rombongan bertolak menuju Kabupaten Nias Selatan.**(H13/DISKOMINFO SUMUT)
17 Jul 2026 Ricardo
Rekonstruksi SMAN Unggulan Sukma Rampung Desember, Warga Nias Bangga Miliki Sekolah Bertaraf Unggul
Rekonstruksi SMAN Unggulan Sukma Rampung Desember, Warga Nia...
GUNUNGSITOLI – Rekonstruksi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias ditargetkan rampung pada Desember 2026. Kehadiran sekolah dengan fasilitas yang lebih modern ini disambut antusias masyarakat sebagai langkah meningkatkan mutu pendidikan di Kepulauan Nias.Pembangunan kembali sekolah tersebut dimulai pada April 2026. Siswa yang saat ini menjalani proses belajar di lokasi sementara dijadwalkan mulai menempati gedung baru pada Januari 2027.Salah seorang orang tua siswa, Ainil Wardha Zaluhu, mengaku bangga setelah anaknya berhasil lulus seleksi masuk SMA Negeri Unggulan Sukma Nias. Menurutnya, rekonstruksi sekolah akan membuat kualitas pendidikan di Nias semakin mampu bersaing.“Saya semakin bangga kami punya sekolah yang fasilitasnya bagus, bisa bersaing dengan sekolah unggulan Sumut lainnya, bahkan nasional,” kata Wardha usai kunjungan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution ke SMA Negeri Unggulan Sukma Nias, Gunungsitoli, Kamis (16/7).Hal senada disampaikan orang tua siswa lainnya, Yulisa Zai. Ia berharap pembangunan kembali sekolah tersebut mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dari Kepulauan Nias.“Kami sangat berterima kasih sama Pak Gubernur sudah membangun ulang SMA Sukma, harapannya anak-anak kami makin pintar, makin sukses,” ujar Yulisa.Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau langsung progres pembangunan SMA Negeri Unggulan Sukma pada hari kedua berkantor di Kepulauan Nias, Kamis (16/7). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan yang menelan anggaran Rp87 miliar itu berjalan sesuai target.Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga mengatakan Gubernur ingin memastikan seluruh proses pembangunan berlangsung dengan baik sehingga dapat selesai tepat waktu.“Pak Gubernur ingin memastikan progresnya. Targetnya selesai Desember, Januari anak-anak kita sudah bisa menggunakannya, termasuk 12 rombel (rombongan belajar) yang baru. Kita harap dukungan seluruh pihak untuk kelancaran pembangunannya,” kata Alexander.Alexander menjelaskan, SMA Negeri Unggulan Sukma Nias akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain ruang kelas, laboratorium, asrama putra dan putri, rumah dinas guru, menara air, musala, gereja, aula, kantin, lapangan, serta gedung pendukung lainnya.**(H15/DISKOMINFO SUMUT)
17 Jul 2026 Ricardo