.

.

-

-

-

-

.

.

-

-

Cek Pajak
Peta Layanan Samsat
Information Center
Pemenang Gebyar
BERITA SEPUTAR BAPENDA
PAD Sumut Lampaui 50% Target, Bapenda Optimistis Capai Rp.6,9 Triliun
PAD Sumut Lampaui 50% Target, Bapenda Optimistis Capai Rp.6,...
MEDAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan tren positif. Hingga 28 Juli 2026, capaian PAD telah melampaui 50% dari target yang ditetapkan pada tahun anggaran 2026.Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumut Sutan Tolang mengatakan, realisasi PAD telah mencapai hampir Rp3,5 triliun dari target sebesar Rp6,967 triliun. “Total target PAD tahun 2026 ini kan sebesar Rp6.967.065.771.493. Per hari ini realisasi target kita sudah Rp3.484.237.120.384 atau persentasenya sebesar 50,01%,” ujarnya, Kamis (30/7/2026)Menurut Sutan, capaian tersebut merupakan akumulasi penerimaan dari tujuh jenis pajak daerah dan retribusi daerah hingga 28 Juli 2026. Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) telah mencapai 41,60% dari target, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) 43,88%, serta Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 50,03%.“Lalu pajak air permukaan sebesar 79,69% dari target, pajak rokok 50,06%, serta pajak alat berat dan opsen MBLB,” terang Sutan.Untuk mengoptimalkan penerimaan daerah, Bapenda Sumut terus menjalankan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak sehingga target PAD tahun 2026 sebesar lebih dari Rp6,9 triliun dapat tercapai.“Kita tahun ini ada beberapa program yang mendorong PAD kita terus meningkat seperti Gebyar Pajak yang harapannya untuk meningkatkan kesadaran pajak khususnya Pajak Kendaraan Bermotor. Lalu ada sosialisasi Gerakan Sadar Pajak Kendaraan atau kita kenal GAS-KEN, ini teknik himbauan dan menyapa sampai ke lapisan masyarakat,” ucapnya.Selain pajak daerah, realisasi pendapatan dari sektor retribusi daerah juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga 28 Juli 2026, realisasinya telah mencapai 58,92% dari target yang ditetapkan. Retribusi daerah tersebut terdiri atas retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu.“Hingga 28 Juli kemarin, realisasi retribusi total sebesar Rp143.298.118.898 dari target tahun ini Rp243.205.558.747 atau jika dipersentasekan sebesar 58,92% dari target. Harapan kita tentunya semakin meningkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan Sumatera Utara,” jelasnya.**(DISKOMINFO SUMUT)
31 Jul 2026 Herlan S
Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp 203 Miliar di 2026
Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp 203...
MEDAN – Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan dalam empat tahun terakhir sejak menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kinerja positif tersebut mendorong manajemen menargetkan pendapatan sebesar Rp203 miliar pada tahun 2026.Wakil Direktur Keuangan RSU Haji Medan Fakhrial Mirwan Hasibuan mengatakan pendapatan rumah sakit terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, pendapatan tercatat sebesar Rp74 miliar, kemudian naik menjadi Rp93 miliar pada 2023. Tren tersebut berlanjut pada 2024 dengan pendapatan mencapai Rp132 miliar dan meningkat lagi menjadi Rp176 miliar pada 2025.“Artinya pendapatan RS Haji Medan tumbuh cukup baik. Kami menargetkan pada tahun 2026 ini pendapatan bisa mencapai Rp203 miliar,” ujar Fakhrial.Hingga Juni 2026, RSU Haji Medan telah membukukan pendapatan sebesar Rp114 miliar atau sekitar 56 % dari target pendapatan tahun ini.Menurut Fakhrial, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang difokuskan pada belanja investasi, seperti renovasi gedung dan pengembangan sarana rumah sakit. Investasi tersebut dinilai mampu mendorong terciptanya sumber-sumber pendapatan baru.Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan Ridesman Nasution menjelaskan, penerapan pola pengelolaan keuangan BLUD juga membawa perubahan besar terhadap struktur pembiayaan rumah sakit. Ketergantungan terhadap APBD untuk membiayai operasional kini berkurang secara signifikan, sehingga anggaran pemerintah dapat lebih difokuskan pada pengembangan fasilitas dan investasi.“Dengan fleksibilitasnya, APBD murni untuk RS Haji itu jauh berubah. Yang semula harus dibiayai semuanya, sekarang paling sekitar 20 % saja. Dulu, 60 sampai 70 % APBD digunakan untuk mengoperasionalkan RS ini. Sekarang 20 % itu pun dialokasikan untuk belanja investasi,” ujar Ridesman.Penerapan pola pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemandirian operasional RSU Haji Medan. Dengan dukungan investasi yang berkelanjutan dan pertumbuhan pendapatan yang konsisten, rumah sakit optimistis mampu memperkuat kualitas layanan sekaligus mencapai target pendapatan sebesar Rp203 miliar pada 2026.**(H17/DISKOMINFO SUMUT)
15 Jul 2026 Herlan S
KEGIATAN TIM OPTIMALISASI PAD
Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan KMG MERDEKA, Permudah ASN dan Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan
Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan KMG MERDEKA, Permudah ASN da...
MEDAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Bank Sumut menghadirkan program KMG MERDEKA (Kredit Multi Guna Mendukung Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor) untuk memudahkan Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai tetap BUMD Provinsi Sumut dan Bank Sumut, serta pensiunan ASN membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tepat waktu. Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Sumut mempercepat realisasi pendapatan daerah sekaligus memberikan kemudahan bagi wajib pajak.Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis mengatakan, program KMG MERDEKA merupakan bentuk keseriusan Pemprov Sumut dalam mendorong percepatan realisasi pendapatan daerah, khususnya dari sektor PKB. Selain itu, program tersebut diharapkan membantu ASN, pegawai BUMD Provinsi Sumut dan Bank Sumut, serta pensiunan memenuhi kewajiban pajaknya secara lebih mudah.“Tentunya selain juga untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan pendapatan daerahnya juga untuk memudahkan masyarakat yang dalam hal ini ASN, Pegawai BUMD Provsu dan Pensiunan untuk membayar kewajiban Pajak Kendaraannya,” ujarnya, Sabtu (26/9/2026).Melalui program KMG MERDEKA, ASN, pegawai BUMD Provinsi Sumut dan Bank Sumut, serta pensiunan dapat mengajukan kredit untuk membayar pajak kendaraannya. Fasilitas tersebut menyediakan plafon kredit hingga Rp9.900.000 dengan tenor maksimal 12 bulan dan bunga 0%.Menurut Sutan, fasilitas tersebut memberikan keuntungan karena peserta program tidak perlu menyediakan dana tunai sekaligus saat jatuh tempo pembayaran PKB. Pembayaran selanjutnya dilakukan melalui mekanisme angsuran sesuai tenor kredit yang dipilih.“Bunga 0 persen, hanya ada biaya administrasi sebesar 5 persen dari total tagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Plafon yang kita sediakan sesuai dengan tagihan Pajak Kendaraan ditambah biaya administrasi yang 5 persen tadi. Kemudian untuk jangka waktu kreditnya ada pilihan, bisa 6 bulan, 9 bulan atau maksimal 12 bulan,” tutur Sutan.Sutan menjelaskan, mekanisme pembayaran angsuran juga terintegrasi dengan pembayaran gaji dan TPP melalui payroll Bank Sumut. Dengan demikian, ASN yang mengikuti program tersebut dapat melakukan pembayaran angsuran secara lebih teratur.Meski demikian, peserta tetap harus memenuhi syarat dan ketentuan kredit yang ditetapkan Bank Sumut. Salah satunya terkait kepemilikan kendaraan yang menjadi objek pembayaran pajak.“Tetap ada ketentuan yang harus dipenuhi, kriteria kendaraan yang dimiliki terdaftar atas nama pemohon atau pasangan keluarga. Lalu nantinya ASN yang ingin memanfaatkan program ini akan melalui rangkaian proses administrasi mulai dari cek tagihan pajak kendaraan, permohonan pengajuan kredit, verifikasi dan validasi, serta persetujuan pencairan dan seterusnya,” katanya.KMG MERDEKA merupakan salah satu inovasi Bapenda Sumut dalam mendorong percepatan realisasi pendapatan daerah dari sektor PKB. Sebelumnya, Bapenda Sumut juga menghadirkan sejumlah program untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.Di antaranya program Undian Berhadiah Gebyar Pajak yang masih berlangsung, program DISKON 57% untuk Denda Pajak Kendaraan Bermotor, serta Gerakan Sadar Pajak Kendaraan (GAS-KEN). Selain itu, terdapat Program Samsat Berkah Malam yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayar PKB pada malam hari melalui layanan Bus Samsat Malam.Berbagai program tersebut dihadirkan untuk meningkatkan motivasi dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah untuk pembangunan Sumatera Utara. **(DISKOMINFO SUMUT)
30 Sep 2026 Ricardo
Genjot Pendapatan Asli Daerah, Pemprov Sumut Hadirkan Samsat Berkah Malam di Akhir Pekan
Genjot Pendapatan Asli Daerah, Pemprov Sumut Hadirkan Samsat...
MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menghadirkan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor pada malam hari, setiap akhir pekan melalui program Samsat Berkah Malam. Layanan yang berlokasi di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).“Alhamdulillah, malam ini kita sudah launching, ya, bersama-sama pembukaan Samsat Berkah Malam di wilayah UPT Samsat Medan Utara yang berlokasi di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut Sutan Tolang Lubis, Sabtu (5/9/2026).Sutan menjelaskan, layanan Bus Samsat pada malam hari ditempatkan di lokasi yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, khususnya anak muda. Kehadiran layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang memanfaatkannya untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan.“Ini merupakan bentuk wujud pelayanan kita kepada masyarakat, di mana kita memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak sempat membayar pajak di siang hari, maka bisa membayarkan pajak kendaraan bermotornya di malam hari. Inilah yang kita hadirkan, Samsat Berkah Malam untuk memberikan, sekali lagi, memberikan kemudahan dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor,” ucapnya.Menurut Sutan, Pemprov Sumut juga akan mendorong pembukaan layanan Samsat malam di sejumlah UPT Samsat lainnya. Upaya tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor.“Kita berharap nanti ini juga akan bisa dilakukan oleh UPT Samsat Medan Selatan dengan membuka pada lokasi lain, ya, sehingga ini sekali lagi harapan kita bisa semakin memudahkan masyarakat. UPT-UPT lain di daerah-daerah juga sudah ada yang melakukan pembukaan gerai Samsat Malam,” jelasnya.Sutan mengatakan, keberlanjutan layanan tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan dan antusiasme masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat tinggi, layanan Samsat malam tidak menutup kemungkinan dioperasikan setiap hari.“Nah, ini ke depannya, untuk saat ini memang masih di malam Sabtu dan malam Minggu, tetapi ke depan nanti tentu akan kita lihat perkembangannya, harapan kita bisa terwujud untuk bisa setiap malam terlaksana ataupun beroperasi Samsat Malam ini,” ungkapnya.Sementara itu, Kepala UPT Samsat Medan Utara M Ainul Hafiz mengatakan, Bus Samsat Malam beroperasi setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB. Program tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di luar jam kerja.“Kami beroperasi dari pukul 19.00-21.30 WIB pada hari Jumat dan Sabtu, Samsat Malam hadir untuk mendekatkan dan memastikan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat dilaksanakan di luar jam kerja,” tuturnya.**(DISKOMINFO SUMUT)
07 Sep 2026 Ricardo
Bobby Nasution Wacanakan Penyesuaian PKB untuk Dorong Pemerataan Penerimaan Daerah
Bobby Nasution Wacanakan Penyesuaian PKB untuk Dorong Pemera...
MEDAN, 31/8 - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mewacanakan penyesuaian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di daerah tertentu sebagai upaya mendorong pemerataan penerimaan daerah. Wacana tersebut dikaitkan dengan penerapan kebijakan opsen PKB yang membuat penerimaan pajak kendaraan lebih langsung dialokasikan kepada kabupaten/kota sesuai potensi masing-masing daerah.Hal itu disampaikan Gubernur Bobby Nasution dalam sambutannya sebelum membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Provinsi kepada Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar, Senin (31/8/2026).Bobby menjelaskan, kebijakan opsen atau tambahan persentase dari penerimaan pajak kepada kabupaten/kota merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Namun, dari sisi kuantitas, terdapat perbedaan potensi penerimaan antara daerah yang memiliki jumlah kendaraan banyak dan daerah dengan jumlah kendaraan lebih sedikit. “Tentunya yang paling banyak itu Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Karena dengan kebijakan opsen ini, penerimaan itu langsung masuk untuk kabupaten/kota. Kalau dahulu dibagi ke daerah lain, tetapi sekarang itu sesuai jumlahnya. Makanya bagaimana jika di daerah tertentu untuk kendaraan itu pajaknya kita rendahkan. Sehingga tidak semua orang membeli mobil ke Medan, misalnya,“ sebut Gubernur Bobby Nasution.Menurut Bobby, penyesuaian nilai PKB di daerah tertentu dapat menjadi salah satu opsi untuk mendorong masyarakat membeli atau mendaftarkan kendaraannya di daerah tersebut. Dengan demikian, potensi penerimaan dari sektor pajak kendaraan dapat lebih merata antardaerah.Terkait optimalisasi PAD, Bobby mengapresiasi peran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, yang terus memberikan bimbingan dalam peningkatan pelayanan masyarakat dan penerimaan daerah. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut, hingga Agustus 2026, realisasi penerimaan telah mencapai 55,41% dari target Rp6,96 triliun atau sekitar Rp3,86 triliun untuk seluruh jenis penerimaan. “Sampai Agustus memang capaiannya cukup bagus. Tetapi kalau dihitung untuk bulan ini, nampaknya harus dipacu lagi agar bisa kita capai 100 % hingga akhir tahun. Karena itu juga kami mengharapkan kerja sama kabupaten/kota untuk optimalisasi PAD ini. Termasuk juga kami mencari jalan dari yang lain seperti meluncurkan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) bidang Olahraga, rencananya pada November mendatang,“ jelas Bobby Nasution.Senada dengan itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni mengapresiasi Gubernur Bobby Nasution yang menginisiasi rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, peningkatan PAD di Sumut merupakan prestasi yang membanggakan, sementara masih terdapat sejumlah potensi penerimaan lain yang dapat dioptimalkan, seperti dana transfer pusat, BUMD, BLUD, pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD), CSR, Baznas, hingga alokasi anggaran kementerian/lembaga.“Karenanya kerjasama kolaborasi dalam pengingkatan PKB ini sangat penting antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Serta reasliasinya kita harapkan bisa terus dipacu. Karena itu kita sebagai pembina Samsat hadir di sini. Sebab kita memang tidak bisa kerja sendiri, harus ada dukungan semua untuk mengoptimalkan penerimaan ini,” ungkapnya.Pada kesempatan tersebut, Agus Fatoni juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Bobby Nasution sebagai bentuk apresiasi atas upaya peningkatan PAD di Sumut.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris Utama Jasa Raharja Aan Suhanan, Direktur Utama Jasa Raharja M Awaluddin, Ketua Baznas Sumut M Hatta, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor, para bupati/wali kota se-Sumut, serta pimpinan OPD Pemprov Sumut.**(H13/DISKOMINFO SUMUT)
01 Sep 2026 Ricardo
INFORMASI KEGIATAN PEMPROVSU
Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional
Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ...
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi capaian kafilah Sumut yang berhasil masuk lima besar pada MTQ Nasional ke-31 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Capaian tersebut dinilai memenuhi target yang telah ditetapkan sekaligus menjadi modal untuk meraih prestasi lebih tinggi pada penyelenggaraan berikutnya.Hal tersebut disampaikan Bobby saat bertemu dengan para kafilah yang mewakili Sumut pada MTQ Nasional ke-31 di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (30/9/2026). “Alhamdulillah target lima besar tercapai, ini luar biasa,” kata Bobby.Bobby optimis prestasi lima besar tersebut dapat ditingkatkan pada MTQ Nasional berikutnya. Untuk itu, ia menekankan pentingnya persiapan yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan, serta memastikan Pemprov Sumut mendukung penuh upaya peningkatan prestasi kafilah.Menurut Bobby, keikutsertaan dalam MTQ Nasional bukan semata-mata tentang prestasi dan kompetisi. Lebih dari itu, ia berharap para kafilah yang berlomba dapat membawa keberkahan bagi Sumut, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Alqur’an.Pemprov Sumut juga terbuka terhadap masukan dan usulan program dari para qori dan qoriah. Bobby berharap berbagai masukan tersebut dapat memperkuat proses penjaringan peserta sekaligus meningkatkan syiar Alqur’an di Sumut.Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Sumut Muhammad Yasir Tanjung mengatakan capaian Sumut pada MTQ Nasional ke-31 mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumut telah memberikan bonus kepada kafilah yang berhasil meraih juara.Juara 1 mendapat bonus Rp100 juta, juara 2 Rp75 juta, juara 3 Rp50 juta, harapan 1 Rp10 juta, harapan 2 Rp7,5 juta, dan harapan 3 Rp5 juta. Yasir mengapresiasi dukungan penuh Gubernur Sumut terhadap kafilah yang berangkat mengikuti MTQ Nasional di Jawa Tengah.“Pada MTQ ke-31 ini Sumut meraih perolehan yaitu tiga juara 1, dua juara 2, dua juara 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3,” kata Yasir.MTQ Nasional kini diselenggarakan setiap tahun. Pada 2027, MTQ Nasional akan digelar di DKI Jakarta. Karena itu, LPTQ Sumut akan segera melakukan berbagai persiapan agar prestasi Sumut dapat terus meningkat dan diharapkan mampu menembus tiga atau empat besar nasional.**(H17/DISKOMINFO SUMUT)
01 Oct 2026 Ricardo
Gubernur Bobby Dukung Keysa Wakili Sumut di Miss Youth Indonesia
Gubernur Bobby Dukung Keysa Wakili Sumut di Miss Youth Indon...
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendukung penuh langkah Keysa Dwi Tantri, siswi SMA Negeri 1 Sei Suka, Kabupaten Batubara, yang akan berlaga di ajang Miss Youth Indonesia di Surabaya, November 2026 mendatang. Bobby berharap keikutsertaan Keysa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Sumut, tetapi juga dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berprestasi dan menjauhi hal-hal negatif.Dukungan tersebut disampaikan Bobby saat menerima Keysa di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (30/9/2026). Keysa merupakan siswi kelas XI SMA Negeri 1 Sei Suka yang akan membawa nama Sumut pada ajang tersebut.“Kebanggaan bagi Sumut, Keysa bisa mencapai ajang nasional ini, pastinya ini sebuah prestasi yang membanggakan,” kata Gubernur Bobby.Bobby berharap Keysa dapat menjadi simbol dan role model bagi generasi muda. Menurutnya, semakin banyak anak muda berprestasi di berbagai bidang, semakin banyak pula sosok yang dapat menjadi contoh positif bagi generasi berikutnya.“Generasi muda perlu banyak sekali yang berprestasi dalam pendidikan dan hal lain, bisa dijadikan contoh agar tidak terhindar dari hal-hal negatif,” kata Bobby.Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menyampaikan sejumlah pesan kepada Keysa, salah satunya mengenai kepemimpinan. Menurutnya, seseorang yang ingin menjadi pemimpin harus memiliki pengetahuan yang luas dan terus belajar dari berbagai bidang.“Jadi pemimpin itu harus banyak belajar semua bidang, mulai dari ekonomi, sosial, keamanan dan lain-lain,” kata Bobby.Bobby juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin, termasuk kepala daerah, harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, organisasi pemerintahan saat ini dituntut bergerak lebih dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.Sementara itu, pada ajang tersebut Keysa akan mengusung program “Satu Nyawa, Sejuta Jiwa”. Program ini berfokus pada pentingnya interaksi dan sosialisasi anak-anak di tengah semakin tingginya penggunaan gawai.Program tersebut menyasar anak-anak mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Keysa mengatakan, gagasan itu dilatarbelakangi oleh kondisi anak-anak yang saat ini dinilai lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan bersosialisasi secara langsung.“Di zaman sekarang banyak anak-anak lebih bermain gadget dibanding bersosialisasi,” kata Keysa.Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Ade Sofianita, serta Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Terang Dewi Susantri Ujung.**(H17/DISKOMINFO SUMUT)
01 Oct 2026 Ricardo
Wagub Sumut Buka Masa Taaruf Kolosal UMSU, Maba Diingatkan Jangan Hanya Kejar Gelar
Wagub Sumut Buka Masa Taaruf Kolosal UMSU, Maba Diingatkan J...
MEDAN – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengingatkan mahasiswa baru (Maba) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) agar tidak menjadikan gelar sebagai satu-satunya tujuan menempuh pendidikan tinggi. Selain ilmu akademik, mahasiswa perlu membangun pengalaman, kepedulian sosial, tanggung jawab, prestasi dan jiwa kepemimpinan sebagai bekal menghadapi kehidupan bermasyarakat.Hal tersebut disampaikan Surya saat membuka Masa Ta’aruf Kolosal UMSU 2026 di Kampus UMSU, Jalan Mukhtar Basri, Medan, Rabu (30/9/2026). Menurutnya, masa ta’aruf menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mulai membentuk karakter dan mengembangkan potensi diri.“Manfaatkan masa ini sebaik-baiknya, jangan cuma ke kampus, dapat gelar, dapat ilmu saja, kita juga harus mendapat pengalaman, nilai-nilai sosial, bertindak dan bertanggung jawab, bangun juga prestasi dan kepedulian sesama,” kata Surya.Surya mengatakan, salah satu cara membangun karakter dan jiwa kepemimpinan mahasiswa adalah dengan aktif dalam organisasi yang memberikan ruang untuk belajar, berkolaborasi dan mengabdi. Menurutnya, UMSU telah menyediakan wadah tersebut melalui organisasi kemahasiswaan, termasuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).“IMM akan menjadi perjalanan panjang generasi muda UMSU untuk memperkuat keislaman dan pengabdian, ini sangat relevan untuk pembangunan Sumut dan juga Indonesia, bukan hanya cerdas akademik, tetapi kalian juga akan unggul di sosial, lebih berani, bertanggung jawab dan inovatif,” kata Surya.Surya juga berharap mahasiswa baru UMSU mampu memanfaatkan kesempatan selama menjalani pendidikan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.Rektor UMSU Akrim menyampaikan harapan besar kepada 6.027 mahasiswa baru yang mengikuti Masa Ta’aruf Kolosal UMSU 2026. Ia berharap para mahasiswa dapat tumbuh menjadi kader umat, kader bangsa dan kader persyarikatan serta berkontribusi dalam pembangunan Sumatera Utara.“Kami sangat berharap kader IMM bisa menjadi kader umat, kader bangsa dan perserikatan dan ikut membangun Sumatera Utara, memberikan kontribusinya kepada masyarakat kita,” kata Akrim.Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PW Muhammadiyah Sumut Hasyimsyah Nasution, jajaran pimpinan UMSU, sejumlah OPD terkait Pemprov Sumut, Ketua IMM Sumut Rahmat Taufiq Pardede, Ketua IMM Medan Rais Prayogo, akademisi serta tokoh pemuda lainnya. **(H15/DISKOMINFO SUMUT)
01 Oct 2026 Ricardo
VIDEO KEGIATAN BAPENDA