-

-

-

-

.

.

-

-

Cek Pajak
Peta Layanan Samsat
Information Center
Pemenang Gebyar
BERITA SEPUTAR BAPENDA
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat...
MEDAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. Melalui Operasi Sadar Pajak, Bapenda Sumut menghadirkan layanan pembayaran pajak langsung di lokasi pemeriksaan untuk mempermudah masyarakat.Operasi gabungan tersebut digelar bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut di Jalan Putri Hijau, Medan, Jumat (16/10/2026).Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis menjelaskan, Operasi Sadar Pajak bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, sekaligus mendorong tertib berlalu lintas.“Kita menyadarkan masyarakat untuk membayar pajak, karena ada masyarakat yang lupa untuk membayar kewajiban bayar pajak, kita ingatkan dengan baik-baik,” kata Sutan Tolang Lubis.Menurutnya, operasi serupa akan terus digelar di 33 kabupaten/kota se-Sumut. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak menunda pembayaran pajak kendaraan bermotor.Untuk mempermudah pelayanan, Bapenda Sumut juga menghadirkan bus layanan pajak keliling di lokasi operasi. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat dapat langsung menunaikan kewajibannya tanpa harus mendatangi kantor Samsat.“Di tempat operasi sadar pajak ada bus keliling pajak, agar masyarakat lebih mudah membayar pajak, kita juga memberikan hadiah-hadiah kepada masyarakat yang telah membayar pajak,” ungkap Tolang.Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut Kombes Pol Achmad Fauzi turut mengimbau masyarakat agar taat membayar pajak. Ia mengingatkan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk penyediaan infrastruktur dan fasilitas publik.“Kepada masyarakat untuk membayar kewajibannya, membayar pajak, karena dari uang pajak, ada pembangunan jalan, jembatan, lampu lampu jalan dan lain-lainnya, dari kita untuk kita,” katanya.Kehadiran layanan pajak keliling tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Rini, warga Amplas, mengaku terbantu karena proses pembayaran pajak melalui bus keliling lebih mudah, cepat, dan tidak menyulitkan.“Maunya bus-bus seperti ini lebih banyak lagi, jadi kami mudah bayar pajak, kalau di kantor Samsatkan ada antrean yang banyak, kalau banyak saja bus-bus seperti ini, saya yakin masyarakat banyak yang bayar pajak,” ungkapnya.Rini menilai langkah Bapenda Sumut menghadirkan layanan langsung di tengah masyarakat merupakan terobosan yang baik. Selain mempermudah pembayaran pajak, pelayanan jemput bola tersebut juga dinilai lebih efisien karena masyarakat tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengantre di kantor Samsat. **(DISKOMINFO SUMUT)
19 Oct 2026 Ricardo
PAD Sumut Lampaui 50% Target, Bapenda Optimistis Capai Rp.6,9 Triliun
PAD Sumut Lampaui 50% Target, Bapenda Optimistis Capai Rp.6,...
MEDAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan tren positif. Hingga 28 Juli 2026, capaian PAD telah melampaui 50% dari target yang ditetapkan pada tahun anggaran 2026.Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumut Sutan Tolang mengatakan, realisasi PAD telah mencapai hampir Rp3,5 triliun dari target sebesar Rp6,967 triliun. “Total target PAD tahun 2026 ini kan sebesar Rp6.967.065.771.493. Per hari ini realisasi target kita sudah Rp3.484.237.120.384 atau persentasenya sebesar 50,01%,” ujarnya, Kamis (30/7/2026)Menurut Sutan, capaian tersebut merupakan akumulasi penerimaan dari tujuh jenis pajak daerah dan retribusi daerah hingga 28 Juli 2026. Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) telah mencapai 41,60% dari target, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) 43,88%, serta Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 50,03%.“Lalu pajak air permukaan sebesar 79,69% dari target, pajak rokok 50,06%, serta pajak alat berat dan opsen MBLB,” terang Sutan.Untuk mengoptimalkan penerimaan daerah, Bapenda Sumut terus menjalankan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak sehingga target PAD tahun 2026 sebesar lebih dari Rp6,9 triliun dapat tercapai.“Kita tahun ini ada beberapa program yang mendorong PAD kita terus meningkat seperti Gebyar Pajak yang harapannya untuk meningkatkan kesadaran pajak khususnya Pajak Kendaraan Bermotor. Lalu ada sosialisasi Gerakan Sadar Pajak Kendaraan atau kita kenal GAS-KEN, ini teknik himbauan dan menyapa sampai ke lapisan masyarakat,” ucapnya.Selain pajak daerah, realisasi pendapatan dari sektor retribusi daerah juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga 28 Juli 2026, realisasinya telah mencapai 58,92% dari target yang ditetapkan. Retribusi daerah tersebut terdiri atas retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu.“Hingga 28 Juli kemarin, realisasi retribusi total sebesar Rp143.298.118.898 dari target tahun ini Rp243.205.558.747 atau jika dipersentasekan sebesar 58,92% dari target. Harapan kita tentunya semakin meningkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan Sumatera Utara,” jelasnya.**(DISKOMINFO SUMUT)
31 Jul 2026 Herlan S
KEGIATAN TIM OPTIMALISASI PAD
Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan KMG MERDEKA, Permudah ASN dan Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan
Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan KMG MERDEKA, Permudah ASN da...
MEDAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Bank Sumut menghadirkan program KMG MERDEKA (Kredit Multi Guna Mendukung Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor) untuk memudahkan Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai tetap BUMD Provinsi Sumut dan Bank Sumut, serta pensiunan ASN membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tepat waktu. Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Sumut mempercepat realisasi pendapatan daerah sekaligus memberikan kemudahan bagi wajib pajak.Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis mengatakan, program KMG MERDEKA merupakan bentuk keseriusan Pemprov Sumut dalam mendorong percepatan realisasi pendapatan daerah, khususnya dari sektor PKB. Selain itu, program tersebut diharapkan membantu ASN, pegawai BUMD Provinsi Sumut dan Bank Sumut, serta pensiunan memenuhi kewajiban pajaknya secara lebih mudah.“Tentunya selain juga untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan pendapatan daerahnya juga untuk memudahkan masyarakat yang dalam hal ini ASN, Pegawai BUMD Provsu dan Pensiunan untuk membayar kewajiban Pajak Kendaraannya,” ujarnya, Sabtu (26/9/2026).Melalui program KMG MERDEKA, ASN, pegawai BUMD Provinsi Sumut dan Bank Sumut, serta pensiunan dapat mengajukan kredit untuk membayar pajak kendaraannya. Fasilitas tersebut menyediakan plafon kredit hingga Rp9.900.000 dengan tenor maksimal 12 bulan dan bunga 0%.Menurut Sutan, fasilitas tersebut memberikan keuntungan karena peserta program tidak perlu menyediakan dana tunai sekaligus saat jatuh tempo pembayaran PKB. Pembayaran selanjutnya dilakukan melalui mekanisme angsuran sesuai tenor kredit yang dipilih.“Bunga 0 persen, hanya ada biaya administrasi sebesar 5 persen dari total tagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Plafon yang kita sediakan sesuai dengan tagihan Pajak Kendaraan ditambah biaya administrasi yang 5 persen tadi. Kemudian untuk jangka waktu kreditnya ada pilihan, bisa 6 bulan, 9 bulan atau maksimal 12 bulan,” tutur Sutan.Sutan menjelaskan, mekanisme pembayaran angsuran juga terintegrasi dengan pembayaran gaji dan TPP melalui payroll Bank Sumut. Dengan demikian, ASN yang mengikuti program tersebut dapat melakukan pembayaran angsuran secara lebih teratur.Meski demikian, peserta tetap harus memenuhi syarat dan ketentuan kredit yang ditetapkan Bank Sumut. Salah satunya terkait kepemilikan kendaraan yang menjadi objek pembayaran pajak.“Tetap ada ketentuan yang harus dipenuhi, kriteria kendaraan yang dimiliki terdaftar atas nama pemohon atau pasangan keluarga. Lalu nantinya ASN yang ingin memanfaatkan program ini akan melalui rangkaian proses administrasi mulai dari cek tagihan pajak kendaraan, permohonan pengajuan kredit, verifikasi dan validasi, serta persetujuan pencairan dan seterusnya,” katanya.KMG MERDEKA merupakan salah satu inovasi Bapenda Sumut dalam mendorong percepatan realisasi pendapatan daerah dari sektor PKB. Sebelumnya, Bapenda Sumut juga menghadirkan sejumlah program untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.Di antaranya program Undian Berhadiah Gebyar Pajak yang masih berlangsung, program DISKON 57% untuk Denda Pajak Kendaraan Bermotor, serta Gerakan Sadar Pajak Kendaraan (GAS-KEN). Selain itu, terdapat Program Samsat Berkah Malam yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayar PKB pada malam hari melalui layanan Bus Samsat Malam.Berbagai program tersebut dihadirkan untuk meningkatkan motivasi dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah untuk pembangunan Sumatera Utara. **(DISKOMINFO SUMUT)
30 Sep 2026 Ricardo
Genjot Pendapatan Asli Daerah, Pemprov Sumut Hadirkan Samsat Berkah Malam di Akhir Pekan
Genjot Pendapatan Asli Daerah, Pemprov Sumut Hadirkan Samsat...
MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menghadirkan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor pada malam hari, setiap akhir pekan melalui program Samsat Berkah Malam. Layanan yang berlokasi di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).“Alhamdulillah, malam ini kita sudah launching, ya, bersama-sama pembukaan Samsat Berkah Malam di wilayah UPT Samsat Medan Utara yang berlokasi di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut Sutan Tolang Lubis, Sabtu (5/9/2026).Sutan menjelaskan, layanan Bus Samsat pada malam hari ditempatkan di lokasi yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, khususnya anak muda. Kehadiran layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang memanfaatkannya untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan.“Ini merupakan bentuk wujud pelayanan kita kepada masyarakat, di mana kita memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak sempat membayar pajak di siang hari, maka bisa membayarkan pajak kendaraan bermotornya di malam hari. Inilah yang kita hadirkan, Samsat Berkah Malam untuk memberikan, sekali lagi, memberikan kemudahan dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor,” ucapnya.Menurut Sutan, Pemprov Sumut juga akan mendorong pembukaan layanan Samsat malam di sejumlah UPT Samsat lainnya. Upaya tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor.“Kita berharap nanti ini juga akan bisa dilakukan oleh UPT Samsat Medan Selatan dengan membuka pada lokasi lain, ya, sehingga ini sekali lagi harapan kita bisa semakin memudahkan masyarakat. UPT-UPT lain di daerah-daerah juga sudah ada yang melakukan pembukaan gerai Samsat Malam,” jelasnya.Sutan mengatakan, keberlanjutan layanan tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan dan antusiasme masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat tinggi, layanan Samsat malam tidak menutup kemungkinan dioperasikan setiap hari.“Nah, ini ke depannya, untuk saat ini memang masih di malam Sabtu dan malam Minggu, tetapi ke depan nanti tentu akan kita lihat perkembangannya, harapan kita bisa terwujud untuk bisa setiap malam terlaksana ataupun beroperasi Samsat Malam ini,” ungkapnya.Sementara itu, Kepala UPT Samsat Medan Utara M Ainul Hafiz mengatakan, Bus Samsat Malam beroperasi setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB. Program tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di luar jam kerja.“Kami beroperasi dari pukul 19.00-21.30 WIB pada hari Jumat dan Sabtu, Samsat Malam hadir untuk mendekatkan dan memastikan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat dilaksanakan di luar jam kerja,” tuturnya.**(DISKOMINFO SUMUT)
07 Sep 2026 Ricardo
Bobby Nasution Wacanakan Penyesuaian PKB untuk Dorong Pemerataan Penerimaan Daerah
Bobby Nasution Wacanakan Penyesuaian PKB untuk Dorong Pemera...
MEDAN, 31/8 - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mewacanakan penyesuaian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di daerah tertentu sebagai upaya mendorong pemerataan penerimaan daerah. Wacana tersebut dikaitkan dengan penerapan kebijakan opsen PKB yang membuat penerimaan pajak kendaraan lebih langsung dialokasikan kepada kabupaten/kota sesuai potensi masing-masing daerah.Hal itu disampaikan Gubernur Bobby Nasution dalam sambutannya sebelum membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Provinsi kepada Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar, Senin (31/8/2026).Bobby menjelaskan, kebijakan opsen atau tambahan persentase dari penerimaan pajak kepada kabupaten/kota merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Namun, dari sisi kuantitas, terdapat perbedaan potensi penerimaan antara daerah yang memiliki jumlah kendaraan banyak dan daerah dengan jumlah kendaraan lebih sedikit. “Tentunya yang paling banyak itu Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Karena dengan kebijakan opsen ini, penerimaan itu langsung masuk untuk kabupaten/kota. Kalau dahulu dibagi ke daerah lain, tetapi sekarang itu sesuai jumlahnya. Makanya bagaimana jika di daerah tertentu untuk kendaraan itu pajaknya kita rendahkan. Sehingga tidak semua orang membeli mobil ke Medan, misalnya,“ sebut Gubernur Bobby Nasution.Menurut Bobby, penyesuaian nilai PKB di daerah tertentu dapat menjadi salah satu opsi untuk mendorong masyarakat membeli atau mendaftarkan kendaraannya di daerah tersebut. Dengan demikian, potensi penerimaan dari sektor pajak kendaraan dapat lebih merata antardaerah.Terkait optimalisasi PAD, Bobby mengapresiasi peran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, yang terus memberikan bimbingan dalam peningkatan pelayanan masyarakat dan penerimaan daerah. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut, hingga Agustus 2026, realisasi penerimaan telah mencapai 55,41% dari target Rp6,96 triliun atau sekitar Rp3,86 triliun untuk seluruh jenis penerimaan. “Sampai Agustus memang capaiannya cukup bagus. Tetapi kalau dihitung untuk bulan ini, nampaknya harus dipacu lagi agar bisa kita capai 100 % hingga akhir tahun. Karena itu juga kami mengharapkan kerja sama kabupaten/kota untuk optimalisasi PAD ini. Termasuk juga kami mencari jalan dari yang lain seperti meluncurkan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) bidang Olahraga, rencananya pada November mendatang,“ jelas Bobby Nasution.Senada dengan itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni mengapresiasi Gubernur Bobby Nasution yang menginisiasi rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, peningkatan PAD di Sumut merupakan prestasi yang membanggakan, sementara masih terdapat sejumlah potensi penerimaan lain yang dapat dioptimalkan, seperti dana transfer pusat, BUMD, BLUD, pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD), CSR, Baznas, hingga alokasi anggaran kementerian/lembaga.“Karenanya kerjasama kolaborasi dalam pengingkatan PKB ini sangat penting antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Serta reasliasinya kita harapkan bisa terus dipacu. Karena itu kita sebagai pembina Samsat hadir di sini. Sebab kita memang tidak bisa kerja sendiri, harus ada dukungan semua untuk mengoptimalkan penerimaan ini,” ungkapnya.Pada kesempatan tersebut, Agus Fatoni juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Bobby Nasution sebagai bentuk apresiasi atas upaya peningkatan PAD di Sumut.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris Utama Jasa Raharja Aan Suhanan, Direktur Utama Jasa Raharja M Awaluddin, Ketua Baznas Sumut M Hatta, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor, para bupati/wali kota se-Sumut, serta pimpinan OPD Pemprov Sumut.**(H13/DISKOMINFO SUMUT)
01 Sep 2026 Ricardo
INFORMASI KEGIATAN PEMPROVSU
Kabar Gembira bagi Warga Pesisir Labuhanbatu, Bobby Nasution Targetkan Pengaspalan 16 Km Jalan pada 2027
Kabar Gembira bagi Warga Pesisir Labuhanbatu, Bobby Nasution...
LABUHANBATU – Kabar gembira bagi warga pesisir Labuhanbatu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menargetkan pengaspalan jalan sepanjang 16 kilometer pada 2027. Rencana tersebut merupakan respons atas aspirasi masyarakat untuk meningkatkan akses dan kelancaran mobilitas warga.Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Pengajian Akbar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Lapangan Ika Bina, Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (16/10/2026).Rencana pengaspalan jalan tersebut merupakan respons atas aspirasi masyarakat dan permohonan Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, yang mengharapkan dukungan Pemprov Sumut untuk melanjutkan peningkatan infrastruktur jalan di kawasan pesisir.Bobby mengungkapkan, permohonan serupa juga disampaikan Wakil Bupati Labuhanbatu Jamri saat melaksanakan salat Jumat bersama.“Tadi pas salat Jumat bersama Bapak Wakil Bupati Labuhanbatu (Jamri) beliau juga menyampaikan permohonan pengaspalan wilayah pesisir Labuhanbatu. Di sini juga disampaikan Ibu Bupati. InsyaAllah, tahun depan jalan pesisir sepanjang 16 kilometer bisa dikerjakan,” ujar Bobby Nasution.Selain pembangunan infrastruktur, Bobby mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, terutama untuk melindungi generasi muda.“Saya titip kepada Bapak dan Ibu untuk ikut memerangi narkoba. Ini juga merupakan komitmen Bapak Kapolri. Forkopimda Labuhanbatu, tokoh agama, lembaga pendidikan, keluarga, serta organisasi kepemudaan untuk memperkuat kolaborasi. Mari bersama kita ciptakan Labuhanbatu bebas narkoba,” ajaknya.Bobby juga mendorong pengembangan potensi keagamaan di Labuhanbatu, termasuk pembinaan qari dan qariah agar mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Pemprov Sumut, menurutnya, siap mendukung penyediaan sarana pendidikan keagamaan untuk memperkuat pembinaan generasi muda.“Pemkab Labuhanbatu bisa menyampaikan permohonan. Pemprov Sumut siap membangun ruang kelas dan asrama gedung pesantren dan rumah tahfiz untuk pembinaan generasi muda di Labuhanbatu ini,” ujarnya.Pada akhir kegiatan, Bobby Nasution memberangkatkan delapan warga Labuhanbatu untuk menunaikan ibadah umrah. Mereka terdiri atas empat laki-laki dan empat perempuan, termasuk warga lanjut usia (lansia), janda, serta seorang penarik becak bernama Muhammad Ali Harahap.Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumut terhadap pembangunan di daerahnya. Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten terus diperkuat, terutama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah memulai pembangunan wilayah pesisir yang dimulai dari Pangkatan, Bilah Hilir, Ajamu dan Tanjung Sarang Elang dan tinggal 16 km lagi. Semoga Bapak bisa merealisasikannya. Kami sekali atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Labuhanbatu mengucapkan terima kasih kepada Bapak,” ucapnya.Sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan komitmen Gubernur terhadap pembangunan di Labuhanbatu, Maya menyerahkan karikatur kepada Bobby Nasution pada akhir sambutannya.Dalam kegiatan tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut Muhammad Yasir Tanjung juga menyampaikan tausiyah. Ia mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kehidupan, kesehatan, rezeki, dan kesempatan beribadah.“Rasa syukur dapat Bapak/Ibu wujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan,” ucapnya.Jamaah juga diingatkan agar tidak menunda ibadah dan senantiasa menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.“Jangan setelah sakit, kesulitan baru kita ingat Allah, tapi biasakan diri ikuti ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.Turut hadir Wakil Bupati Labuhanbatu Jamri, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, anggota DPRD Labuhanbatu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Labuhanbatu, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut dan Pemkab Labuhanbatu, organisasi kepemudaan, serta alim ulama. **(H20/DISKOMINFO SUMUT)
19 Oct 2026 Ricardo
Bobby Nasution Perbaiki Jalan 20 Tahun Terbengkalai di Labusel, Rampung Akhir 2026
Bobby Nasution Perbaiki Jalan 20 Tahun Terbengkalai di Labus...
LABUHANBATU SELATAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mempercepat perbaikan ruas jalan Labusel–Rintis–Ujung Padang–Salingsing yang telah lama rusak dan terbengkalai. Perbaikan jalan kabupaten sepanjang 6,489 meter dengan anggaran sekitar Rp21,2 miliar tersebut ditargetkan rampung akhir 2026.Ruas jalan tersebut menghubungkan sejumlah desa sekaligus menjadi jalur alternatif menuju jalan nasional. Untuk membantu mengatasi persoalan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendukung perbaikan jalan itu melalui skema Bantuan Keuangan Provinsi (BKP).“Bapak/ibu tidak perlu berterima kasih kepada saya, ini memang sudah kewajiban kami, dan janji saya, jadi kalau janji tidak dipenuhi jadi dosa,” kata Bobby Nasution saat bertemu warga di Desa Rintis, Kabupaten Labusel, Jumat (16/10/2026).Perbaikan jalan tersebut mencakup tujuh segmen, termasuk pembangunan drainase. Selain proyek tersebut, Pemprov Sumut juga menyalurkan BKP sebesar Rp25 miliar kepada Kabupaten Labusel, yang turut diarahkan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan di daerah itu.“Totalnya sekitar Rp46 miliar, Rp25 miliar lagi dalam bentuk BKP kita minta juga untuk perbaikan jalan,” kata Bobby Nasution.Bobby berharap perbaikan jalan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kelancaran mobilitas, mendukung distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.“Mudah-mudahan manfaatnya tidak sementara dan memberikan dampak nyata ke bapak/ibu semua, mempermudah mobilitas masyarakat,” kata Bobby Nasution.Bupati Labusel Fery Syahputra Simatupang mengatakan, perbaikan ruas jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat. Ia meyakini pembangunan infrastruktur itu akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.“Saat ini sudah sekitar 50% pengerjaannya, ruas ini menyatukan lintas timur dan barat Sumut, jadi akan berdampak besar ke masyarakat kita,” kata Fery.Rasa syukur juga disampaikan Nuraini, warga Dusun Widodo, Kecamatan Silangkitang, Labusel. Ia mengungkapkan, kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun kerap menyulitkan warga, bahkan menyebabkan kecelakaan dan memperpanjang waktu tempuh menuju jalan besar.“Alhamdulillah, kali ini dibagusin sama Pak Bobby, sudah puluhan tahun ini rusak Pak, banyak yang kecelakaan, harusnya cuma setengah jam, jadi lebih sejam ke jalan besar, terima kasih Pak Bobby,” kata Nuraini. **(H15/DISKOMINFO SUMUT)
19 Oct 2026 Ricardo
Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Targetkan Hujan Turunkan Kabut Asap
Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Targetkan Hujan Turu...
DELISERDANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat turunnya hujan sebagai upaya mengatasi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah. Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya melepas penerbangan pesawat modifikasi cuaca yang diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Pelepasan pesawat jenis Cessna (Capung) tersebut berlangsung di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Jumat (16/10/2026) sore, atas instruksi Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.Sebelum melepas penerbangan, Surya meninjau proses pemuatan bahan berupa natrium klorida (NaCl) ke dalam pesawat. Bahan tersebut akan ditaburkan pada awan di ketinggian tertentu untuk merangsang pembentukan hujan.“Jadi sesuai perintah Pak Gubernur, bahwa lokasi pilihannya pertama adalah wilayah Medan-Binjai-Deliserdang dan sekitarnya. Selanjutnya akan ke daerah lain,” ujar Wagub, usai melepas penerbangan pesawat tersebut.Surya menjelaskan, kabut asap yang melanda Sumut tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengurangi jarak pandang hingga berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. Bahkan, dalam dua hari terakhir, sejumlah jadwal penerbangan terpaksa ditunda akibat terbatasnya jarak pandang.Menurut Surya, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca membutuhkan kondisi atmosfer yang mendukung, terutama keberadaan awan yang dapat menjadi sasaran penyemaian NaCl. Karena itu, pesawat harus mencari awan yang sesuai sebelum menaburkan bahan tersebut.“Awalnya memang kita berharap penerbangan dan penyebaran bubuk Natrium Chlorida (NaCl) ini di wilayah Medan dan sekitarnya. Tetapi ternyata tidak semudah itu, karena pesawat harus mencari keberadaan awan sebelum menaburkan bubuk NaCl,” jelas Wagub.Surya berharap operasi modifikasi cuaca dapat membuahkan hasil sehingga hujan turun dan membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumut. Upaya ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menangani dampak karhutla sekaligus mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.“Sesuai perintah Pak Gubernur, ini kita terbangkan pesawat untuk menebar bubuk NaCl sebanyak dua kali dalam satu hari. Mudah-mudahan langkah ini efektif menghilangkan kabut asap akibat karhutla,” sebutnya.Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Saragih mengatakan, operasi modifikasi cuaca tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari. Setiap penerbangan membawa muatan sekitar 1 ton bahan NaCl dengan durasi penerbangan kurang lebih dua jam.Operasi dijadwalkan berlangsung dua kali sehari sebagai bagian dari upaya Pemprov Sumut mempercepat penanganan kabut asap. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu memicu turunnya hujan sehingga kualitas udara membaik dan dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat dikurangi.**(H13/DISKOMINFO SUMUT)
19 Oct 2026 Ricardo
VIDEO KEGIATAN BAPENDA